Pendahuluan Banyak calon siswa PSPP Penerbangan yang merasa gugup saat menghadapi tahapan tes kesehatan, terutama saat melihat buku berisi pola titik-titik warna-warni. Ya, itulah Tes Ishihara atau tes buta warna. Namun, tahukah kamu mengapa tes ini menjadi penentu masa depanmu di industri penerbangan? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Mengapa Dunia Penerbangan Mewajibkan Tes Buta Warna?
Bekerja di industri penerbangan, baik sebagai Pramugari, Staff Bandara, maupun AVSEC, menuntut ketelitian visual yang sangat tinggi. Di udara maupun di darat, warna bukan sekadar estetika, melainkan instrumen keselamatan.
- Navigasi dan Lampu Indikator: Pilot dan kru kabin harus mampu membedakan warna lampu navigasi pesawat serta lampu indikator darurat di dalam kabin.
- Keamanan (AVSEC): Petugas keamanan bandara menggunakan mesin X-Ray yang membedakan jenis benda berdasarkan warna (organik, anorganik, dan logam).
- Komunikasi Visual: Di landasan pacu, banyak sekali sinyal lampu dan marka yang menggunakan kode warna spesifik.
Proses Seleksi di PSPP Penerbangan Yogyakarta
Di PSPP Penerbangan, kami menerapkan standar seleksi yang profesional. Seperti yang terlihat pada foto di atas, setiap calon siswa akan dipandu untuk melakukan tes buta warna menggunakan buku Ishihara.
Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap alumni PSPP nantinya memiliki kompetensi kesehatan yang sesuai dengan standar maskapai nasional maupun internasional. Kami ingin memastikan investasi pendidikanmu membuahkan hasil yang maksimal saat rekrutmen kerja nanti.
Tips Menghadapi Tes Kesehatan (Medex)
- Istirahat Cukup: Kondisi tubuh yang fit sangat memengaruhi kejernihan mata.
- Hindari Layar Gadget Berlebih: Kurangi penggunaan HP malam sebelum tes agar mata tidak lelah.
- Jujur dan Rileks: Jangan tegang, ikuti instruksi penguji dengan tenang.
Kesimpulan Buta warna (parsial maupun total) memang menjadi salah satu syarat yang sangat diperhatikan. Jika kamu memiliki penglihatan normal, ini adalah peluang emasmu untuk segera bergabung di industri ini!